Guru, Stimulator Kebangkitan Nasional

Oleh: Robby Adwa Fahlepi
Pelajar SMAN 1 Banjarmasin

Kebangkitan adalah suatu gerakan atau perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, yang awalnya berada pada posisi terpuruk kemudian beralih menjadi posisi yang strategis. Berdasar pengertian itu, kebangkitan nasional di Indonesia belum diwujudkan dalam arti yang sesungguhnya. Buktinya, makin bertambahnya jumlah peristiwa yang tidak nyaman di telinga kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita berpedoman kepada firman Allah SWT dalam QS Ar-ra‘d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri.”

Berdasarkan Firman Allah tersebut, sebenarnya kunci untuk membangun kebangkitan negeri ini hanya dengan sebuah pemikiran. Ketika pemikiran yang diemban bangsa ini tinggi, maka negeri ini akan bangkit menjadi bangsa yang maju. Sebaliknya, jika pemikirannya rendah, negeri ini pun menjadi negara yang konsisten tanpa kemajuan. Jadi, jalan lurus yang paling efektif untuk mewujudkan makna kebangkitan nasional yang sesungguhnya adalah melalui dunia pendidikan.

Secara harfiah, pendidikan adalah pilar paling utama untuk menopang berbagai sektor kehidupan. Seorang politisi Indonesia, H Salahuddin Wahid mengatakan, maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari sektor pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini dengan menaikkan anggaran pendidikan mencapai 20 persen pada 2009. Tapi sungguh ironis, mengapa anggaran tersebut tidak diprioritaskan untuk kesejahteraan guru? Padahal, kebangkitan nasional dalam arti sesungguhnya tergantung kepada guru.

Mengapa? Guru adalah orang yang berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi kebanyakan guru sekarang adalah suatu pelarian profesi dari tidak tercapainya cita-cita seseorang. Banyak orang enggan memilih guru sebagai cita-citanya di masa depan. Hal itu disebabkan kurang memadainya kesejahteraan guru. Artinya, guru dapat dikatakan bukan berasal dari generasi cerdas dan pintar. Wajar hal itu berdampak kepada mutu pendidikan anak didiknya. Jadi, bagaimana bisa kita memperoleh kebangkitan nasional?

Oleh karena itu, kunci sangat tepat untuk membuka gudang kualitas pendidikan yang baik demi terbukanya pintu kebangkitan nasional adalah lebih meningkatkan kesejahteraan guru. Saran saya kepada pemerintah, tingkatkan penghasilan guru sampai Rp 5 juta atau lebih per bulan supaya menjadi magnet bagi siswa cerdas dan pintar untuk memilih guru sebagai cita-citanya di masa depan. Juga menjadi pemacu bagi guru yang ada, untuk mendedikasikan dan mengabdikan ilmunya secara maksimal kepada anak didik.

Seorang srikandi dari calon legislatif mengatakan, jika kesejahteraan guru memadai maka guru tersebut akan mentransfer ilmunya secara optimal. Otomatis kualitas sumber daya manusia negeri ini bisa melangkah ke depan menjadi bangsa yang maju, sekaligus mewujudkan kebangkitan nasional dalam arti sesungguhnya.

Jika saya, pemuda Indonesia, kelak menjadi pemimpin bangsa ini, saya akan mengubah skala prioritas dari anggaran pendidikan untuk kesejahteraan guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berperan sebagai stimulator terwujudnya kebangkitan nasional sesungguhnya.

3 Comments

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *