SMAN 1 Banjarmasin yang Loloskan 5 Siswa Terbaik

Predikat sebagai sekolah favorit tampaknya wajar diberikan pada sekolah ini. Segudang prestasi telah diraih. Yang terbaru, mereka berhasil meloloskan lima siswa pada Olimpiade Sains Nasional (OSN).

BERDASARKAN hasil seleksi tingkat Kalsel dan sesuai Surat Keputusan (SK) Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum Pusat Jakarta, lima orang siswa SMAN 1 Banjarmasin, dari empat bidang studi, dinyatakan berhak mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2004. Rencananya OSN digelar di Pekanbaru, Riau pada 23 sampai dengan 29 Agustus 2004 nanti.

Lima orang siswa itu adalah Nurliana (Matematika), Rika Ahyati (Biologi), Desi Muhandini dan Anniy Nuri Najma (Kimia) dan Nasyarobby Nugraha untuk bidang studi komputer.

Begitu dapat SK Depdiknas itu pada Rabu 28 Juli lalu Kepala Sekolah Drs H Muhammad Mawarni MPd tak dapat menyebunyikan kegembiraanya. Ini wajar. Maklum Mawarni kagum dengan prestasi yang diraih para anak didiknya.

Mereka, para siswa SMAN 1 tak hanya menjadi wakil Banjarmasin. Tapi sudah menjadi duta pendidikan untuk Kalsel dalam ajang Olimpiade Sains Nasional.

“Saya bersyukur dan bangga terhadap prestasi anak-anak. Sungguh, ini adalah prestasi bagi SMAN 1 Banjarmasin,” ujar Mawarni kepada wartawan koran ini, kemarin.

Sikap yang ditujukan sang kepala sekolah ini cukup beralasan. Sebab, sebelumnya mereka dinyatakan lolos menjadi wakil Kalsel dalam OSN. Kelima siswanya ini pun terlebih dulu harus bersaing dalam Olimpiade Sains Tingkat Kalsel.

Dalam ajang tingkat provinsi, para siswa SMAN 1 itu harus bisa menyisihkan 25 calon siswa lain yang berasal dari 13 Kota/Kabupaten se-Kalsel.

Setiap bidang studi diikuti 25 siswa terbaik. Lalu apa resep keberhasilan siswa-siswi SMAN 1 ini dalam Olimpiade Sains Tingkat Kalsel?

Mawarni mengungkapkan, selain ilmu pendidikan dan materi yang diterima di sekolah, kelima siswa ternyata cukup aktif mengikuti kegiatan bidang studi yang bersangkutan di luar jam sekolah. Semacam ekstrakulikuler, seperti kursus hingga membentuk kelompok belajar sesama rekan siswa lainnya.

Yang terpenting, kata dia, ternyata para siswanya selalu berusaha membahas dan mempelajari soal-soal yang memang dianggap cukup sulit. “Tak cuma mereka berlima, secara umum tingkat kemauan belajar siswa di sekolah ini cukup tinggi,” tambah Mawarni.

Meski OSN baru digelar 23 sampai 29 Agustus 2004 mendatang, sejak sekarang Mawarni sudah menekankan kepada para duta Kalsel ini untuk melakukan persiapan-persiapan lebih matang. Terutama dalam hal penguasaan materi yang diperlombakan.

Beruntung. Dalam OSN ini nanti, kelima siswa akan didampingi satu orang guru pendamping untuk setiap bidang studi. Tak cuma itu. Para guru pendamping, sekaligus juga akan mengikuti simposium guru tingkat nasional.

“Sehingga hasil simposium para guru akan dapat diterapkan di sekolah,” tambah Mawarni. Untuk itu, pinta Mawarni, seiring persiapan keberangkatan siswanya menjadi duta Kalsel dalam OSN ini, ia berharap mendapat dukungan serta perhatian Walikota Midpai Yabani maupun Gubernur Sjachriel Darham.

Sebab, dengan dukungan dan motivasi itulah, semangat, prestasi bakal bisa diberikan oleh para siswanya. “Sehingga, tak mustahil prestasi di ajang olimpiade tngkat nasional ini bisa jadi kado ulang tahun Provinisi Kalsel ke-54,” katanya.

Mawarni sadar, peluang untuk menjadi terbaik dalam olimpiade ini cukup berat. “Tapi,” katanya, “Semua bisa saja terjadi. Untuk itu segala persiapan pun sejak awal ini kita siapkan.”(mul)

sumber:  http://radarbanjarmasin.co.id.  Sabtu, 31 Juli 2004

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *